Lama tidak membuka tuisan-tulisanku di masa lalu, dan
malesnya menulis di masa kini membuat aku penasaran dengan tema throwback #2016. Penasaran juga sebagai mantan penulis, apa sih yang sudah aku
perbuat di tahun 2016. Sepuluh tahun yang lalu, usiaku saat itu memasuki usia
50 tahun, namun semangat menulis masih lumayan gencar.
Tahun 2016 , aku masih lebih banyak menulis di akun blog
keroyokan Kompasiana. Walaupun saat itu aku sudah punya blog pribadi namun
belum ada domainnya.
Aku mulai menulis di Kompasiana pada tahun 2013, berarti
pada tahun 2016 sudah 3 tahun aku memantapkan diri sebagai Kompaianer. Aku aktif banget menulis walaupun tidak tiap
hari menulis.
Ada 55 tulisan sepanjang tahun 2016, atau kira-kira dalam
sebulan ada 4 tuisan. Karena saat itu aku terlibat aktif di Gruop Fiksi, yaitu
Fiksiana Community jadilah tulisan-tulisanku didominasi dengan tulisan fiksi,
baik cerpen, puisi dan ada satu novel yang sudah sampai 13 seri namun sampai sekarang belum
terselesaikan juga.
Saat tahun 2016 selain aktif di grup Fiksi, aku juga aktif
mengikuti event-event onair maupun offair yang di adakan Kompasiana, aku belum
begitu mengenal dunia perbloggeran di luar Kompasiana. Hingga ikut aktif, di media sosial dan sering ikut
campain buzzer di Twitter, Instagram yang saat itu sedang awal mulai ngejob lewat media sosial. Dari situ aku juga baru tahu
ternyata banyak juga job-job tulisan lewat blog, sehingga aku mulai membuat
blog sendiri.
Sepuluh tahun yang lalu, walaupun usiaku sudah memasuki 50
tahun, namun aku merasa masih sehat,
belum ada gangguan kesehatan yang berarti yang
mengganggu keaktifanku menulis, maupun mengerjakan pekerjaan rumah.
Dari sekitar 55 tulisan, aku menulis fiksi lebih banyak
daripada tulisan lain atau esai, karena tulisan
esai yang aku tulis juga kegiatan
yang ada hubungannya dengan fiksi juga.
Ada 39 tulisan fiksi yang aku tulis di tahun 2016. Delapan
cerpen, 18 puisi dan 13 tuisan seri untuk novelku yang belum selesai.
Beberapa cerpen yang aku buat, mendapat klik pembaca yang
lumayan banyak, seperti Sup Daging Nyonya Besar, Cinta Beda Dunia, Fana,
Misteri Arwah Penghuni Rumah Kontrakan Kami
dan Pernikahan Kedua, serta beberapa cerpen lainnya.
Sedangkan puisi biasanya aku buat mewakii hati dan rasa yang
sedang aku rasakan saat itu, atau sesuai tema event yang berlangsung di Komunitas
grup Fiksianan Community.
Aku mengenal
Komunitas blogger Semarang Gandjel Rel saat itu dari mbak-mbak anggota yang
kebetulan barengan satu event di
Semarang, namun saat itu aku belum tertarik untuk bergabung.
Karena aku juga tidak banyak menulis di blog, sebagian besar
tulisanku aku pos di Kompaiana saja. Namun dengan berjalannya waktu, setelah
ikut kelas menulis di Ruang Aksara yang digawangi Mbak Dedew yang juga salah satu tim admin di
Gandjel Rel, akhirnya aku masuk di grup
komunitas gandjel Rel , dan mengenal komunitas ini melaui WAG, walaupun belum
bisa sepenuhnya aktif dan mengikuti
semua event yang diadakan grup. Namun aku senang bisa mengenal anggota Gandjel
Rel, yang sangat luar biasa tulisannya.
Semoga selanjutnya
aku yang sudah dalam keterbatasan ini bisa sering-sering mengikuti kegiatan
komunitas .
Terima kasih, semoga tulisannku ini bisa menjadi pemicu
untuk diriku sendiri agar bisa kembali aktif menulis lagi.



Posting Komentar
Posting Komentar