"Mustika Rasa" Mencintai Indonesia Dari Makanannya

8 komentar

 

Perkedel Ambon Chef Eko, foto koleksi pribadi


Menurut undangan, saya harusnya datang ke Semarang jam 13.00 siang jadi  berangkat dari Kudus jam 10.00 pagi namun karena adanya travel Kudus- Semarang jam 08.00  maka saya berangkat ke Semarang kepagian.  Jam 10.00 saya sudah sampai di Kota Lama. Tak apalah saya bisa istirahat sejenak dan foto-foto di Taman Garuda Kota Lama yang cantik. Baru setelah saya melakukan sholat dhuhur di mushola belakang Kota Lama, saya menuju tempat acara di Toko Oen Gedung Oud En Nieuw  GKBI Kota Lama yang jaraknya sekitar 650 meter dari Taman Garuda, tepatnya di Jalan Empu Tantular 29, Kota Lama Semarang.

foto bersama teman2 blogger 



Sampai di sana beberapa teman blogger dan wartawan dari 10 media online sudah berada di sana, namun acara belum dimulai. Setelah sejenak berfoto-foto dan berhai-hai dengan teman-teman kami dipersilakan oleh Ibu Jeny pemilik Oen generasi ke-3 untuk santap siang dengan makanan yang sudah disediakan di meja . Alhamdulillah, rasa lapar karena datang kepagian telah hilang, hihihi...

porsi orang kelaparan nih..



Tak lama kemudian acara segera dibuka oleh pemandu acara Ibu Irene Sinaga, karena para narasumber dan peserta  sudah hadir semua.

 “Kalau generasi kita mau maju maka yang dikuatkan adalah akarnya, yaitu melihat masa lalu  untuk  kemudian memikirkan masa depannya, “  gagasan Yudi Latif ini disampaikan Ibu Irene sebagai pembuka acara. Acara Mustika Rasa On Stage sendiri diselanggarakan oleh BPIP  ( Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ). BPIP merasa perlu melaunching Mustika Rasa yang merupakan kumpulan resep masakan Nusantara yang dirangkum oleh Presiden Soekarno karena di dalam Mustika Rasa ada 1600 resep masakan yang mecerminkan kebinekaan Indonesia melalui rempah dalam resep masakan. Dengan mencintai makanan Indonesia kita juga akan lebih mencintai bangsa ini, Indonesia tercinta. Sebagai wujud pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui makanan.

Ibu Irene sudah membuka acara


Mustika Rasa On Stage dipandu langsung oleh Direktur Jaringan dan Pembudayaan, Dr. Irene Camelyn Sinaga dimulai pada jam 13.00 WIB dengan dihadiri oleh Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Sejarawan JJ Rizal, pemilik toko Oen generasi 3 Megaputri Megaradjasa atau Ibu Jenny, Chef Hardian Eko Nurseto serta IR. Prakoso M.M. sebagai Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP yang sekaligus launching Mustika Rasa On Stage di Semarang ini.

acara dibuka oleh Ir. Prakoso MM.


Secara simbolis diberikannya 10 celemek masak dan  makanan simbol akulturasi budaya seperti : Lumpia, nasi goreng, es krim dan busa rempah

Semarang sebagai kota akulturasi budaya mendapat kesempatan pertama Launching Mustika Rasa On Stage yang akan dilaksanakan di 7 kota di Indonesia.

JJ Rizal mengungkapkan bahwa Mustika Rasa pernah menjadi panggung nasional, namun karena peristiwa yang terjadi pada tahun 1965 menjadi tenggelam dan dilupakan.  Kemudian diliris kembali pada tahun 2016.

Penjelasan dari JJ Rizal sebagai sejarawan



Pada tahun 1950, FAO menyatakan bahwa Asia dalam setengah abad terakhir akan terjadi krisis pangan. Karena ada kecenderungan secara keseluruhan orang-orang Indonesia pelan-pelan akan menjadi pemakan nasi, sementara dalam sejarah budaya Indonesia tidak semua orang Indonesia itu pemakan nasi. Di Jawa ada yang makan cantel, atau sogum, ada yang makan roti, jagung, ketela, porang dan lainnya. Mustika Rasa bukan sekedar buku resep, bukan hanya ingin menyelamatkan tapi juga ingin mengangkat panggung kekayaan, perbendaharaan, warisan jangka panjang dari leluhur kita, dari berbagai penjuru Indonesia, baik di darat maupun di laut. Ingin menjamin kebudayaan sebagai alat survival untuk selamat di masa depan. Kita harus punya Mustika sebagai jimat untuk menghadapi masa depan dengan warisan budaya masa lalu. Buku ini dirangkum oleh Ibu Hartini, dari para pamong praja tiap desa, ahli kuliner, bahkan sampai ahli gizi yang dikumpulkan Soekarno untuk merangkum buku Mustika Rasa ini.

Mencintai masakan Indonesia adalah dimulai dari dapur rumah kita sendiri, dengan memasak dan menghidangkan kepada anak-anak kita, agar mereka tahu, dan mencintai masakan bangsa kita sendiri. Kita juga perlu memberikan narasi menarik pada kuliner Indonesia seperti halnya sektor pariwisata dan lainnya. Agar masakan asli Indonesia tidak tersingkirkan oleh budaya lain yang masuk ke Indonesia, dan lebih dikenal orang anak-anak muda.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Semarang Ibu Hevearita yang telah konsen dengan Mustika Rasa ini ditunjuk  oleh walikota Semarang, untuk  membuat tutorial masakan Mustika Rasa serta mensosialisasikan. Beliau sudah mempraktekkan sebagian resep masakan yang ada dalam Mustika Rasa. Karena hampir sebagian besar rempah-rempah dan bahan yang perlukan untuk memasaknya bisa didapatkan di Semarang.

ibu wakil walikota Semarang


Ibu Hevearita juga menyampaikan bahwa untuk ketahanan pangan, walikota Semarang telah menggalakkan penanaman 63.000 pohon sukun yang diharapkan bisa dijadikan bahan pangan pengganti beras.

Chef Eko Nurseto yang pernah menjadi finalis Master Chef Indonesia, pernah membawa buku Mustika Rasa ini namun tak ada satupun yang mengenalnya. Padahal Chef Eko sejak mendapatkan hadiah buku Mustika Rasa pada tahun 2018 sudah mempraktekkan 800 resep dan mereview hasil masakannya, serta memberikan penilaian soal rasa dan takaran  sesuai yang ada  kemudian mengaplikasikan sendiri bila ada yang dirasa kurang pas. Karena buku Mustika Rasa tidak dilengkapi gambar dan keterangan yang jelas jadi terkadang harus diapresiasi sendiri.  Cara memasak resep-resep Mustika Rasa ini sudah diposting dalam akun You Tube Chef Eko Nurseto, silakan bisa dicari..

Pada  kesempatan siang itu, Chef Nurseto mempraktekkan memasak salah satu resep yang berada di buku Mustika Rasa, yaitu Perkedel Ambon yang ada di halaman 673.

chef Eko sedang membuat perkedel Ambon



Kenapa dipilih perkedel, karena perkedel merupakan jejak persilangan budaya di jalur rempah, ada akulturasi budaya dalam perkedel. Ada 16 resep perkedel dalam Mustika Rasa yang terbuat dari berbagai macam bahan, jadi perkedel bukan hanya terbuat dari kentang saja seperti yang kita ketahui selama ini. Seperti Perkedel Ambon ini terbuat dari ikan kembung.

Bahan dan Cara Membuat Perkedel Ambon

Bahan :

2 ekor ikan kembung

Tepung jagung ( Maizena) 4 sendok makan.

Kelapa parut dari seperempat butir kelapa

1 buah telur

1 tangkai daun seledri dan i tangkai daun bawang

Cabai merah besar/ cabai hijau

Bumbu-bumbu : kemiri, ketumbar bubuk, jintan bubuk dan garam dihaluskan

Cara Membuat :

-       -  Ikan kembung, dibersihkan dan diberi air jeruk nipis agar tidak amis dan gurih,  lalu dipanggang dengan sedikit minyak biar tidak lengket. Bila ikan sudah matang buang durinya dan dicincang halus.

-     -  Campur tepung maizena, kelapa parut, ikan kembung yang sudah dicincang halus,  bumbu yang haluskan serta telur

-     -  Iris halus daun bawang dan daun seledri campurkan dalam adonan di atas.

-      - Iris cabai merah besar buang isinya, masukan adonan di atas ke dalam cabai

-       - Guling-gulingkan pada telur kocok dan berganti pada tepung maizena.

-        - Goreng cabai yang telah diisi tadi ke dalam minyak panas, tunggu sampai matang

-          Hidangkan dengan menggunakan saos gulai atau yang lainnya.

berfoto dengan Buku Mustika Rasa



Alhamdulillah semua yang datang bisa ikut merasakan Perkedel Ambon buatan Chef Nurseto, rasanya enak tidak kalah dengan masakan-masakan modern saat ini. Tidak amis dan gurih karena ikan kembung dan kelapa parut berpadu, ditambah rempah-rempah yang membuat Perkedel Ambon ini cocok dihidangkan untuk keluarga.


Acara yang mempunyai banyak manfaat ini ditutup dengan sukses, membuktikan bahwa  masakan Indonesia tidak kalah lezat dari masakan modern yang sekarang disukai anak muda.

foto bersama Ibu Wakil Walkot Semarang



Dilanjutkan dengan foto-foto dengan narasumber dan teman-teman blogger lainnya.

Rasa capek karena harus berangkat dari Kudus pagi-pagi sudah terobati dengan suksesnya acara Mustika Rasa On Stage ini, apalagi bisa foto-foto di sela-sela bangunan tua di kota lama Semarang bersama Mbak Wahyu Sapta. Alhamdulillah...


Kudus, 27 Desember 2021


salam hangat,

Sri Subekti Astadi

srisubekti.com
wife ordinary, writer, fiksianer, kompasianer, Content creator

Related Posts

8 komentar

  1. Yang paling kusuka di bagian akhir: resep perkedel....hehehe....Aku paling nggak tahan lihat perkedel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo langsung cuzzz ke dapur Kak, bikin perkedel ambon enak looh..

      Hapus
  2. Beruntungnya Bu Sri, hadir di acara ini. Makan tidak sekadar makan. Ada pelajaran sejarah, budaya, adab, dll, dalam gastronomi. Pengalaman yg sangat berharga ya.. tentu mengayakan jiwa

    BalasHapus


  3. Btw, Mustika Rasa berapa halaman, Bu? Penasaran🤔 dan kalau berkenan (lg senggang), bisa ditimbang juga berapa bobotnya 😄

    BalasHapus
  4. Acaranya seru sekali. Betul, mencintai Indonesia bisa dengan berbagai cara salah satunya adalah kuliner. Ragam kuliner Indonesia itu loh enak-enak, khas banget

    BalasHapus
  5. Penasaran banget sama rasanya Perkedel tapi berbahan ikan. Wah kalau boleh, saya mau pesan dalam bentuk beku untuk dikirim ke Bandung.

    Supaya betul-betul menikmati Mustika Rasa, warisan budaya kuliner Nusantara. Udah gitu sambil kembali membudayakan nilai Pancasila, khususnya cinta tanah air dan bangsa pada butir sila ke tiga.

    BalasHapus
  6. Buku Mustika Rasa ini benar-benar harta karun untuk keberlangsungan kuliner Indonesia ya jangan sampai kekayaan kuliner kita hilang tergerus zaman dan serbuan kuliner barat dan negara lain..

    BalasHapus
  7. Saya ketinggalan banget yaa baru tahu ada perkedel Ambon ini, kalau ngomongin makanan Indonesia amboy ragamnya banyak banget, suka banget.

    BalasHapus

Posting Komentar